BREAKING

Rabu, 19 Oktober 2016

MAKKAH & AL HARAM [4]

 #sapphiretravelumroh 08124949115 

Gelar Kota Makkah yang ketiga adalah Bakkah. Nama Bakkah yagn menggambarkan bahwa kota tersebut merupakan tempat yang sarat dengan berkah dan rahmat Allah serta menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Dalam QS Ali Imran ayat 96:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Imam Qurtubi menjelaskan bahwa apa yang dimaksud dengan Bakkah dalam surat di atas adalah tempat berdirinya Baitullah. Sementara yang dimaksud dengan Makkah, menurutnya adalah Tanah Haram secara keseluruhan. Ibnu Jarir yagn dimaksud sebagai Bakkah menegaskan bahwa apa yang dimaksud sebagai Bakakh pada ayat tersebut adalah Makkah Al Mukarramah.

Keempat, Kota Makkah juga terkenal dengan gelar Al Balad. Yang dalam bahasa Arab berarti kota, sesuai firman Allah dalam QS Al Balad ayat 1-2:

لا أُقْسِمُ بِهَذَا الْبَلَدِ (١) وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَذَا الْبَلَدِ (٢)

[1] Aku bersumpah dengan negeri ini, [2] dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,

Kelima, gelar berikutnya bagi Kota Makkah adalah Al Baladul Amin. Nama ini diambil dari QS At Tin ayat 3. Ayat QS At tin ini mengisyaratkan posisi kota makkah di mata Allah, dengan demikian dia memberikan jaminan bahwa Kota Makkah adalah kota yang aman bagi siapapun yang tinggal di dalamnya dan melaksanakan perintah serta menjauhi larangannya.

Keenam, Allah juga menyebaut Kota Makkah dengan sebutan Al Baldah. Gelar ini dapat ditemukan dalam QS An Naml ayat 91. 

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Gelar-gelar bagi Kota Makkah Al Mukarramah d iatas adalah gelar-gelar yang utama dan populer bagi umat Islam semenjak zaman Rasulullah hingga saat ini. Adapun gelar-gelar lain diantaranyaAl Haram, Al Amin, AL Qaryah, Al Hatimah, Al Balad Al Amin, dan masih banyak lagi yang lain. 

Sumber: Buku Makkah Al Mukkaramah, Kota Suci nan Mulia bagi Umat Islam sedunia, hal 7-12, terbitan Citra media Indonesia tahun 2013

keywords : sejarah kota makkah, keutamaan kota makkah, mengenal makkah

 ingin umroh ? WA ke 0812 4949 1155 

Keseharian Nabi Muhammad

Diriwayatkan dari Abu Hazim, dia berkata ,”saya melihat Abu Hurairah mengacungkan telunjuknya berkali-kali dan berkata,” Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah ada ditangannya, Rasulullah saw dan keluarganya tidak pernah merasakan kenyang dengan roti gandum selama tiga hari berturut-turut sampai beliau meninggal dunia.” (HR Muslim, Ahmad, An Nasai dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Simak bin Harb, dia berkata ,”saya mendengar Nu’man bin Basyir berkata ,”saya mendengar Umar bin Khatab berkhutbah. Pada saat itu Umar mengulas urusan harta dunia yang menimpa masyarakat. Dia berkata,”sungguh suatu hari, saya telah melihat Rasulullah bernaung dengan lemas. Beliau tidak menemukan korma yang jelel sekalipun untuk mengisi perutnya,” (HR Abu Dawud)

Diriwayatkan dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata ,”Demi Dzat yang mengutus Muhammad saw dengan kebenaran, sesungguhnya beliau tidak pernah melihat ayakan tepung, sehingga beliau tidak pernah memakan roti yang diayak semenjak beliau diangkat Allah sebagai Rasul, sampai beliau meninggal dunia. Kalau kalian, apa yang kalian buat dengan gandum?” Tanya saya. Maka mereka pun diam (karena malu menjawabnya).”. HR Ahmad.

Diriwayatkan dari Jabir, ia berkata,” Rasulullah saw tinggal bersama para sahabatnya. Mereka sedang menggali parit selama tiga hari tanpa sedikitpun menyantap makanan. Mereka yaitu para sahabat lantas berkata,” wahai Rasululllah, disana terdapat rintangan bukit!”. Rasulullah berkata ,”siramlah dengan air.” Lantas para sahabat menyiramnya dengan air, kemudian beliau datang dan mulai menggali dengan cangkul atau linggis, maka bukit tersebut berubah menjadi bukit pasir dan runtuh”. Jabir berkata,”secara tidak sengaja saya menoleh kepada Rasulullah, ternyata beliau mengikat batu di perutnya untuk menahan lapar”. (HR Bukhari dan Muslim).

Dari urwah, dia mendengar Aisyah berkata ,”bulan demi bulan berlalu dalam kehidupan kami. Selama itu, api dapur tidak pernah menyala di rumah Rasulullah saw. Urwah berkata ,” saya bertanya kepadanya ,”wahai bibiku, dengan apa anda bertahan hidup?”. Dia Aisyah menjawab ,”kami hidup dengan dua makanan pokok yaitu kurma dan air”. (HR Ahmad)

Sumber: Buku Al Wafa kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad Shallaahu alaihi wa sallam, karya Ibnul Jauzi, penerbit Pustaka Al Kautsar, hal 418

Keywords; akhlak Rasulullah, budi pekerti Rasulullaah, keseharian hari Rasulullah, kesederhanaan hidup Rasulullah


Ingin Umroh? Atau ikut sekolah Umroh? Segera WA ke 0812 4949 1155

Sabtu, 15 Oktober 2016

Arti Sedekah (kisah nyata Jamaah)

Masih jadi tanda tanya. Meski sudah setahun aku lakukan penelitian. Tapi ujungnya tetap misteri. Mungkin jawaban yg tepat adalah "sudah begitu takdirnya!". Aku memaksa diri paham bahwa di kehidupan ini tak semua realitas bisa dilogika secara utuh.

Jika dimas kanjeng kaya dgn menggandakan uang, tapi kalau pemilik apotik ini tidak demikian. Ia hanya memiliki kebiasaan sedekah. Setahun lalu, saya bertamu ke rumah beliau di perumahan purisuryajaya Gedangan Sidoarjo jawa timur. Saat itu msh kontrak. Namun tempat apotik kecantikan beroperasi sdh diatas rumah milik sendiri.

Saya coba bangun hubungan setelah tahu beliau salah satu pelanggan elpiji saya. Tak ada kemewahan yg tampak kecuali satu mobil toyota alphard dan 1 kijang inova. Rumah kontrakan ukuran kecil. Di dalamnya ada 3 pembantu yg sdh tua.

Pada kali kedua, saya bertemu dengan istri pemilik apotik tsb. Dia mulai cerita jatuh bangun hidup. Termasuk pernah berurusan dengan polisi karena dugaan yg tdk benar. Anak semata wayangnya jg butuh perhatian khusus krn kategori anak berkebutuhan khusus.

Namun dari konten ceritanya, sang ibu meyakinkanku tentang amalan sedekah. Menurutnya, harta hanya titipan Allah. Tidak lebih dari itu. Mulailah ia bercerita beberapa kebiasaan berbagi termasuk pada org jalanan hingga yg tinggal di kolong jembatan. Tak ada yg istimewa kecuali sang ibu dan suaminya mencoba istiqomah dg amalan tsb.

Sejak setahun lalu jg beliau menitipkan nasi kotak 100 porsi setiap abis jumatan di masjid kami. Sempat saya bilang kurang, akhirnya ditambah jadi 150 porsi tiap jumat. Setiap Ramadhon beliau ambil bagian supply takjil di beberapa masjid.

Zakat maal jg pernah dipercayakan penyalurannya melalui kami. Jumlahnya lumayan. Setiap bulan beliau jg nitip infaq utk imam dan penjaga masjid. Pernah juga, beliau menitip sejumlah uang selama 5 bulan utk dana pinjaman tanpa riba bagi jamaah masjid yg punya usaha kecil dan sudah dinikmati tidak kurang dari 30 orang.

Yg pasti konsen beliau thd praktek berbagi menarik. Pasalnya, dibanding warga lain di perumahan kami, beliau bukan termasuk keluarga paling berkelas. Setidaknya dari segi ukuran bisnis dan aset, msh byk dijumpai di perumahan kami yg more better.

Allahu a'lam. Mungkin inilah yg disebut perlunya iman di setiap amalan. Pemilik apotik kecantikan ini bukan berlatar agama, layaknya org pesantren, tp amalannya thd sedekah cukup menonjol. Setiap hari setidaknya aku mendapat order 4 dus air minuman gelas utk customer di apotiknya.

Sempat kuduga pelanggannya ramai shg harus disediakan 4 dus air gelas. Ternyata jg sedang2 saja. Kadang ramai kadang tidak. Pun demikian, setiap tahun beliau bisa berangkatin umroh 3 org pegawai apotiknya. Ough... makin penasaran. Dari mana keajaiban itu?

Sekali lagi Allahu a'lam. Semua sdh dlm skenario Allah tentunya. Yg kupahami siapa berbuat baik hasilnya baik. Banyak memberi biasanya banyak menerima. Apalagi yg memberi pinjaman utk Allah. Penasaran kucari info, sehari omset apotiknya capai Rp.50-60 juta. Angka yg cukup besar utk apotik yg tak sebegitu besar. Letaknyapun dlm perumahan. Tapi mungkin bukan disitu kuncinya, bisa jadi keberkahan yang Allah berikan karena rajinnya beliau bersedekah. Allahu a'lam....


Ditulis berdasar kisah nyata jamaah masjid Shalahuddin
ALI YASIN

KONSULTAN INFORMASI SEKOLAH UMROH SURABAYA



AKHLAK RASULULLAH

#sapphiretravelumroh 081249491155

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ia berkata, “pada saat Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam tiba di Kota Madinah, Abu Thalhah memegang tangan saya dan membawa saya menghadap beliau. “wahai Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam ,” kata Abu Thalhah, “Anas ini orang miskin, terimalah ia sebagai pelayan Anda. “semenjak itu saya mengabdi kepada Nabi Shallaahu alaihi wa sallam, baik di rumah maupun perjalanannya. Demi Allah, beliau belum pernah mengatai-ngatai pekerjaan saya dengan ucapan “kenapa kamu melakukan itu?”, atau mengatai sesuatu yang tidak saya kerjakan dengan ucapan, “kenapa kamu tidak melakukannya?” (HR Bukhari, Muslim, Al Baihaqi)

Abu Abdillah Al Jadali bertanya kepada Aisyar radhiyallahu ‘anha,”bagaimana akhlak Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam menurut istri-istrinya?” Aisyah menjawab,” beliau adalah manusia paling baik budi pekertinya. Tidak pernah berbuat keji, kotor atau licik ketika di pasar. Beliau pun tidak pernah membalas keburukan atau aniaya orang lain dengan hal yang serupa, karena beliau adalah seorang pemaaf dan toleran”. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad)

Dari Anas bin Malik, ia menuturukan, “Rasulullah itu tidak pernah mencaci maki, mengolok-ngolok, dan berkata kotor. Ketika mencela seseorang dari kami yang berbuat salah, beliau membalas dengan ucapan ,”kepalanya penuh debu” (HR Bukhari, Ahmad dan Al Baihaqi)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia bercerita, “Kami pernah berada dlama satu majelis Rasulullaah. Kira-kira ketika itu kami berjumlah delapan puluh orang. Semuanya dari kalangan Quraisy. Ada satu orang Quraisy yang menonjol diantara mereka yaitu Rasulullaah. Saat itu, demi Allah saya tidak melihat dari mereka orang yang tampan melebihi ketampanan Rasulullaah. Mereka membicarakan masalah wanita. Ketika Rasulullaah angkat bicara, saya tertarik untuk menyimaknya”. (HR Ahmad)

Anas bin Malik berkata,” Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam adalah orang yang paling luhur budi pekertinya. Sedangkan Aisyah menyebutkan ,”tidak ada orang yang lebih luhur budi pekertinya daripada Rasullullaah. Beliau belum pernah menjawab panggilan sahabat dan keluarganya kecuali dengan ucapan,”Labbaik (ya, aku memenuhi panggilanmu)”, Allah menurunkan firman-Nya di QS Al Qalam ayat 4 “Sesungguhnya dalam diri engkau Muhammad, terdapat akhlak yang mulia”.

Aisyah juga menuturkan,”saya bermain bersama anak-anak perempuan di rumah Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam. Mereka adalah teman-teman saya yang sering datang ke rumah untuk bermain. Ketika melihat Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam, mereka terkejut dan berhenti. Setelah beliau mempersilahkannya, mereka pun bermain lagi bersama saya”. (HR An Nasai dan Ahmad).

Aisyah mengisahan, ketika Abu Bakar datang ke rumahnya, hari itu adalah hari raya, dua orang gadis sedang menabuh rebana. Sementara Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam sedang tidur berselimut. Maka Abu Bakar membentak kedua gadis itu. Rasulullah terjaga dan berkata ,” biarkan mereka, Abu Bakar!, karena hari ini adalah hari raya.” (HR Bukhari, Muslim, An Nasai, Ahmad)

Anas bin Malik berkata,” Apabila Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam bertemu dengan salah seorang sahabatnya, beliau berdiri bersamanya dan tidak pergi sehingga sahabat itu terlebih dahulu pergi darinya” (HR An Nasai dan Ibnu Sa’ad). Anas bin Malik juga menuturkan,”suatu hari Nabi Shallaahu alaihi wa sallam berjalan melewati anak-anak. Beliau mengucapkan salam kepada mereka.” (HR Ahmad, An Nasai dan Az Zabidi)

Sumber: Buku Al Wafa kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad Shallaahu alaihi wa sallam, karya Ibnul Jauzi, penerbit Pustaka Al Kautsar, hal 364-366.



Keywords; akhlak Rasulullah, budi pekerti Rasulullaah, travel umroh bisa dipercaya
 
Copyright © 2013 masjidshalahuddinpuri