#sapphiretravelumroh 081249491155
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ia berkata, “pada saat Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam tiba di Kota Madinah, Abu Thalhah memegang tangan saya dan membawa saya menghadap beliau. “wahai Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam ,” kata Abu Thalhah, “Anas ini orang miskin, terimalah ia sebagai pelayan Anda. “semenjak itu saya mengabdi kepada Nabi Shallaahu alaihi wa sallam, baik di rumah maupun perjalanannya. Demi Allah, beliau belum pernah mengatai-ngatai pekerjaan saya dengan ucapan “kenapa kamu melakukan itu?”, atau mengatai sesuatu yang tidak saya kerjakan dengan ucapan, “kenapa kamu tidak melakukannya?” (HR Bukhari, Muslim, Al Baihaqi)
Abu Abdillah Al Jadali bertanya kepada Aisyar radhiyallahu ‘anha,”bagaimana akhlak Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam menurut istri-istrinya?” Aisyah menjawab,” beliau adalah manusia paling baik budi pekertinya. Tidak pernah berbuat keji, kotor atau licik ketika di pasar. Beliau pun tidak pernah membalas keburukan atau aniaya orang lain dengan hal yang serupa, karena beliau adalah seorang pemaaf dan toleran”. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad)
Dari Anas bin Malik, ia menuturukan, “Rasulullah itu tidak pernah mencaci maki, mengolok-ngolok, dan berkata kotor. Ketika mencela seseorang dari kami yang berbuat salah, beliau membalas dengan ucapan ,”kepalanya penuh debu” (HR Bukhari, Ahmad dan Al Baihaqi)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia bercerita, “Kami pernah berada dlama satu majelis Rasulullaah. Kira-kira ketika itu kami berjumlah delapan puluh orang. Semuanya dari kalangan Quraisy. Ada satu orang Quraisy yang menonjol diantara mereka yaitu Rasulullaah. Saat itu, demi Allah saya tidak melihat dari mereka orang yang tampan melebihi ketampanan Rasulullaah. Mereka membicarakan masalah wanita. Ketika Rasulullaah angkat bicara, saya tertarik untuk menyimaknya”. (HR Ahmad)
Anas bin Malik berkata,” Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam adalah orang yang paling luhur budi pekertinya. Sedangkan Aisyah menyebutkan ,”tidak ada orang yang lebih luhur budi pekertinya daripada Rasullullaah. Beliau belum pernah menjawab panggilan sahabat dan keluarganya kecuali dengan ucapan,”Labbaik (ya, aku memenuhi panggilanmu)”, Allah menurunkan firman-Nya di QS Al Qalam ayat 4 “Sesungguhnya dalam diri engkau Muhammad, terdapat akhlak yang mulia”.
Aisyah juga menuturkan,”saya bermain bersama anak-anak perempuan di rumah Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam. Mereka adalah teman-teman saya yang sering datang ke rumah untuk bermain. Ketika melihat Rasulullaah Shallaahu alaihi wa sallam, mereka terkejut dan berhenti. Setelah beliau mempersilahkannya, mereka pun bermain lagi bersama saya”. (HR An Nasai dan Ahmad).
Aisyah mengisahan, ketika Abu Bakar datang ke rumahnya, hari itu adalah hari raya, dua orang gadis sedang menabuh rebana. Sementara Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam sedang tidur berselimut. Maka Abu Bakar membentak kedua gadis itu. Rasulullah terjaga dan berkata ,” biarkan mereka, Abu Bakar!, karena hari ini adalah hari raya.” (HR Bukhari, Muslim, An Nasai, Ahmad)
Anas bin Malik berkata,” Apabila Rasulullah Shallaahu alaihi wa sallam bertemu dengan salah seorang sahabatnya, beliau berdiri bersamanya dan tidak pergi sehingga sahabat itu terlebih dahulu pergi darinya” (HR An Nasai dan Ibnu Sa’ad). Anas bin Malik juga menuturkan,”suatu hari Nabi Shallaahu alaihi wa sallam berjalan melewati anak-anak. Beliau mengucapkan salam kepada mereka.” (HR Ahmad, An Nasai dan Az Zabidi)
Sumber: Buku Al Wafa kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad Shallaahu alaihi wa sallam, karya Ibnul Jauzi, penerbit Pustaka Al Kautsar, hal 364-366.
Keywords; akhlak Rasulullah, budi pekerti Rasulullaah, travel umroh bisa dipercaya

Posting Komentar