Oleh : Ali Yasin Attamimi
Karena berburu senang, kita sering mengabaikan banyak hal. Kita sering lupa bahwa segala sesuatu ada tata krama. Termasuk pada alam pegunungan. Tuhan menciptakan gunung bukan asal-asalan. Apalagi hanya untuk pemuas keinginan. Gunung menjadi tempat belajar manusia banyak hal. Salah satunya tentang betapa kecil dan rendahnya manusia dihadapan makhluk Tuhan lain.
Karena berburu senang, kita sering mengabaikan banyak hal. Kita sering lupa bahwa segala sesuatu ada tata krama. Termasuk pada alam pegunungan. Tuhan menciptakan gunung bukan asal-asalan. Apalagi hanya untuk pemuas keinginan. Gunung menjadi tempat belajar manusia banyak hal. Salah satunya tentang betapa kecil dan rendahnya manusia dihadapan makhluk Tuhan lain.
Seorang presiden, menteri, ataup Direktur perusahaan internasionalpun saat berada di puncak pendakian hanya merasa kecil. Sungguh merasa kecil. Dan pelajaran ini hanya bisa diambil oleh mereka yang jernih hatinya. Karena itu, ketahuilah tatakrama mendaki. Tentu banyak hal tetapi beberapa poinnya sebagai berikut:
1. Memperbanyak doa perlindungan pada Tuhan
2. Mengucap banyak syukur atas kenikmatan hidup
3. Memastikan tidak ada kerusakan alam yang terjadi setelah kita lalui atau kita tinggalkan.
4. Membersihkan dan merawat lingkungan.
Jika selama ini kita asyik membawa bekal bagi kita, tentu lebih asyik kalau bekal bagi pohon juga kita bawa. Misal pupuk organik. Bisa juga kita bawa bibit pohon. Selama ini sering terjadi setelah mendaki justru banyak pohon yang rusak. Entah karena kita paku, kita panjat, atau kita patahkan ranting untuk perapian kita.
Sungguh harus kita evaluasi diri. Sebab, kelestarian alam semakin terganggu oleh ulah pendaki yang tidak berpikir luas. Ayo kita mulai dari diri sendiri, mulai dari tim/rombongan kita. Semoga dengan semakin banyaknya pendaki justru gunung dengan segala isinya kian lestari.

Posting Komentar